Info : Semua jenis pembayaran harus disetorkan ke rekening PT

Penjelasan Mentri Agama Tentang Jamaah Haji Non Kuota

Pada Senin Senin 17 Juli 2017 Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menjelaskan, jemaah haji non-kuota atau haji tanpa antri yang berangkat di luar kuota yang sudah ditetapkan pemerintah, bukan berarti jamaah haji ilegal.

Bertempat di di Kantor Kementerian Agama, Jalan Lapangan Banteng, Lukman mengatakan “Apakah ada haji ilegal? Ini harus hati-hati, yang menentukan haji legal dan ilegal kan Tuhan, bukan sesama manusia.”

Lukman menjabarkan bahwa Arab Saudi menjatah kuota jemaah haji untuk masing-masing negara. Kuota merupakan jumlah maksimal setiap negara bisa mengirim warganya untuk menunaikan ibadah haji. Tahun 2017 Indonesia mengirim 221 ribu jemaah calon haji dan berarti  angka 221 ribu adalah kuota haji Indonesia.

Lanjut Lukman “Apa yang dimaksud haji non-kuota? Haji non-kuota adalah warga negara Indonesia yang berhaji di luar 221 ribu itu. Dia mendapatkan visa di luar kuota nasional kita.”

Diingatkan oleh Lukman, Pemerintah Arab Saudi adalah otoritas yang berwenang mengeluarkan visa jemaah haji. Kuota jamaah haji khusus juga dimiliki Arab Saudi, untuk tamu raja atau tamu pangeran (Haji Furada).

Mengenahi kuota khusus ini, Menag mengaku tidak tahu persis berapa jumlahnya dan menurutnya hal tersebut menjadi hak prerogatif pemerintah Arab Saudi.

Ucap Lukman “Hanya Saudi yang tahu. Tidak ada yang tahu berapa visa non-kuota. Kita juga tidak tahu pertimbangannya (pemerintah Arab Saudi) apa, yang jelas WNI di Tanah Suci menjadi tanggung jawab pemerintah.”

(sumber:liputan6.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *